Minggu, 29 April 2012

PEREMPUAN, DALAM PANDANGAN SEORANG PEREMPUAN


Menjadi seorang perempuan mungkin sama rasanya dengan menjadi manusia pada umumnya. Sama-sama punya kelebihan dan kekurangan, sama-sama punya peluang dan kesempatan. Tapi menjadi seorang perempuan, dalam pandangan saya sebagai seorang perempuan juga, memiliki makna yang berbeda. Sebagai seorang perempuan, istri dan ibu, saya mempunyai banyak kendala, sekaligus kesempatan dalam mengembangkan diri saya. Sebagai seorang istri dan ibu, saya harus memperhatikan juga perkembangan keluarga saya, bertanggung jawab penuh atas tumbuh kembang anak-anak. Tapi, apakah hal ini menjadi alasan untuk saya berhenti berkarya? Tentu tidak. Perempuan seharusnya mempunyai kebijaksanaan lebih yang bisa membuatnya melihat hal-hal yang paling dibutuhkan keluarga. Setiap perempuan memiliki masalah yang berbeda, dan setiap perempuan harus bisa belajar mengatur skala prioritas, agar menjadikannya seorang perempuan sejati.

Perempuan sejati adalah seorang perempuan yang mampu bahagia dalam hidupnya, mampu mengatur keluarganya sehingga keluarganya juga tumbuh berkembang dengan baik. Apapun pilihan yang diambilnya, baik sebagai seorang ibu rumah tangga, maupun sebagai wanita karir, atau kombinasi ke duanya, seorang perempuan tetap harus mempertimbangkan dengan bijaksana kodratnya sebagai perempuan.

Dan saya bangga kepada seorang figur perempuan, yang menurut saya mampu menjadi perempuan seutuhnya. Menjadi seorang wanita karir sukses, sekaligus ibu dan istri yang penuh cinta. Saya membanggakannya karena di mata saya, ia berhasil menjadi seorang perempuan sejati. Saya membanggakannya sebagai seorang figur perempuan yang mampu menjadi perempuan seutuhnya. Dalam pandangan saya, beliau adalah contoh perempuan yang diidam-idamkan oleh Ibu Kartini pribadi. Inilah pandangan saya terhadap perempuan, dalam kapasitas saya sebagai perempuan juga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar