Malam turun semakin pekat, aku masih termangu di depan televisi yang menyala tanpa suara. Terasa sepi dan sunyi. Walau bisa kudengar senandung lembut mbok Yem dari dalam kamarnya, tetap tak bisa kuusir rasa sendiri yang diam-diam merajai hatiku.
Aku mendesah sedih.
Hans sedang keluar kota. Sebagai manager penjualan sebuah brand yang sedang berkembang pesat, ia terpaksa sering-sering keluar kota untuk menangani langsung masalah-masalah penjualan. Akibatnya aku, sebagai kekasihnya, sering merasa kesepian sendiri. Seperti malam minggu ini, lagi-lagi aku sendiri, hanya berteman ingatanku tentang senyum manisnya saja. Aku ingin meneleponnya, tetapi saat ini ia sedang berada di tengah rapat darurat dengan anak buahnya terkait masalah penjualan. Alhasil, aku hanya bisa merenungi televisi yang menyala tanpa suara.
Kangenku membuncah. Hans kekasihku yang setia. kami telah bersama selama 3 tahun, yang penuh keindahan. ia memperlakukanku dengan manis dan lembut, seakan-akan aku adalah makhluk paling berharga yang pernah ia temui.
Setiap saat ia memandangku, dengan sorot mata penuh kasih, saat itu juga aku selalu kembali jatuh cinta padanya. Perpisahan singkat seperti ini selalu menyiksaku. tetapi saat pertemuan kembali, selalu membuat aku takjub, perasaan cinta kami bertambah berkali-kali lipat. Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin jatuh cinta lagi dan lagi kepada orang yang sama berkali-kali dan semakin lama semakin besar?
Ah... aku kembali mendesah. Rinduku semakin menderas. Hans tak pernah pergi dari hatiku, sama seperti aku selalu di hatinya.
Ia adalah belahan jiwaku, dan aku adalah rusuknya yang hilang.
Tiba-tiba..... "Kring, kring,kring...." suara telepon berbunyi lembut di sudut ruang.
Aku tersenyum bahagia, ini pasti Hans.
"Halo..." kataku
"Isabel....," lembut suara Hans di telingaku, hatiku lumer dalam bahagia.
"Isabel, i miss you like crazy...." katanya kemudian.
Aku tersenyum, " I miss you too... ".
Dan duniaku kembali terasa cerah penuh cahaya, kesepian terusir jauh. Hanya kehangatan yang kini kurasa.
"Cepat pulang Hans, aku rindu berada kembali dalam dekapmu," kataku
"Isabel, engkau tak pernah lepas dari dekapku. Dalam hati, selalu ada kamu yang kupeluk erat," bisiknya.
Dari pipiku mengalir sebutir air mata. Air mata bahagia. Sungguh cintanya membuatku bahagia.
Sungguh hanya ia yang selalu di hatiku.
Sabtu, 08 Oktober 2011
Rabu, 17 Agustus 2011
66 TAHUN MERDEKA, 66 JURUS BLAK-BLAKAN UNTUK MENJADIKAN INDONESIA LEBIH BAIK
Hari ini, 17 Agustus 2011, Indonesia merayakan hari jadinya yang ke 66. Usia yang sudah cukup dewasa, yang seharusnya telah menjadikan Indonesia maju dan berkembang pesat. Tapi apakah hal ini benar-benar terjadi di lapangan?
Setiap hari kita justru miris membaca berita banyaknya peristiwa kriminal, pidana dan perdata di media cetak dan media online lainnya. Saya hanya seorang rakyat biasa, tapi ingin rasanya mengutarakan isi hati, dan mengeluarkan jurus blak-blakan, seperti Joni di AXIS yang blak-blakan mengutarakan kebenaran, demi kebaikan kita bersama.
Ini 66 jurus blak-blakanku, terinpirasi penuh oleh AXIS:
Setiap hari kita justru miris membaca berita banyaknya peristiwa kriminal, pidana dan perdata di media cetak dan media online lainnya. Saya hanya seorang rakyat biasa, tapi ingin rasanya mengutarakan isi hati, dan mengeluarkan jurus blak-blakan, seperti Joni di AXIS yang blak-blakan mengutarakan kebenaran, demi kebaikan kita bersama.
Ini 66 jurus blak-blakanku, terinpirasi penuh oleh AXIS:
1. Benahi mental pengurus RT/RW/Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten
Di level paling dekat dengan masyarakat ini, kadang-kadang meminta pengantar RT/RW untuk membuat
KTP juga sudah harus menyelipkan sedikit uang sebagai pelicin. Senang sekali bila mempunyai pengurus RT/RW yang MENOLAK diberi pelicin. Begitu juga di tingkat selanjutnya, harus selalu diselipkan uang pelicin agar urusan dapat selesai. Sangat mengganggu.
2.Benahi Bea dan Cukai Indonesia
Palang pintu masuk dan keluar barang-barang dari luar dan dalam Indonesia ini, benar-benar mirip labirin rumit uang pelicin, barang selundupan, dan sebutkan saja hal-hal seram lainnya. Andai benar-benar bisa bersih, sepertinya Indonesia akan jauh lebih baik.
Palang pintu masuk dan keluar barang-barang dari luar dan dalam Indonesia ini, benar-benar mirip labirin rumit uang pelicin, barang selundupan, dan sebutkan saja hal-hal seram lainnya. Andai benar-benar bisa bersih, sepertinya Indonesia akan jauh lebih baik.
3. Benahi kepolisian
Kepolisian kita SEBAGIAN memang sangat menyedihkan. Sarang anti hukum justru berada di sana. Jual
beli kasus terjadi dengan gampang dan biasa. Polisi merasa sebagai penegak hukum, sehingga justru bisa
mempermainkan hukum seenak dirinya, sesuai kemauannya. Kapan ya polisi benar-benar bertindak seperti
layaknya polisi? yang melindungi rakyat tanpa pamrih, dan menghukum yang salah tanpa pilih-pilih?
4. Benahi mental para pengacara dan pemain di bidang hukum
Pak hakim, pak jaksa dan pak pengacara, please deh jangan jual beli kasus lagi ya. Kasihan bila yang kaya
mampu berkelit dari hukum hanya dengan membayar sejumlah uang, sedangkan masyarakat kecil yang
mencari keadilan cuma bisa gigit jari, dipermainkan hukum
5. Benahi penjara
Bukan cuma fasilitas penjara yang kadang menyedihkan dan tidak manusiawi, tetapi terutama mental para
sipirnya yang menyedihkan. Penjara justru menjadi lahan bisnis peredaran narkoba, lahan uang bagi
sejumlah oknum sipir, lahan pelecehan, dan tindakan kriminal mengerikan lainnya. Bila kamu
mempunyai uang, penjara adalah surga dunia. Sel yang dilengkapi fasilitas bintang 5 plus layanan trip ke
luar negri bisa dilakukan dengan leluasa. sebaliknya bila kamu hanya maling kere biasa, selamat menikmati
fasilitas hotel prodeo yang mengerikan.
6. Budayakan antri
Kadangan kesal sekali dengan orang-orang yang tidak mengenal kata antri, baik antrian di tempat-tempat umum maupun di jalan raya. Senang sekali kalau masyarakat kita mulai tertib dan mulai mengerti kata antri.
7. Budayakan membuang sampah pada tempatnya
Indonesia bukan tempat pembuangan sampah raksasa. Biasakanlah membuang sampah pada tempat yang disediakan, agar kebersihan tetap terjaga.
8. Budayakan mencuci tangan sebelum makan.
Aktivitas yang terbilang remeh, tapi sebenarnya membantu banyak anak dan dewasa mengurangi angka kesakitan akibat kuman yang masuk ke dalam tubuh melalui tangan yang tidak bersih.
9. Terbebas dari konsumsi minuman keras dan narkoba.
terutama oleh anak-anak muda penerus bangsa, yang justru akan menjadi penggerogot bangsa bila mereka menjadi pecandu.
10. Terbebas dari prostitusi
Wanita dan anak-anak sering menjadi korban akibat terdesak kebutuhan ekonomi maupun akibat human trafficking. Seandainya Indonesia bisa dan mau berjuang menghapuskan kekejaman semacam ini.
11. Terbebas dari korupsi
Speechless menulis hal korupsi yang sudah mendarah daging, dan mengurat di dalam nyaris semua jajaran birokrat di Indonesia. Korupsi di Indonesia begitu mengharubirukan dan penuh lika-liku yang mirip dongeng antah berantah, penuh kisah kelam. Lebih seram dari film The Ring, lebih mematikan dari film The Final Destination dan lebih lucu dari film Pocong ngesot.
12. Terbebas dari Kolusi
Setipe dengan korupsi, kolusi yang berarti kerjasama dalam mencapai tujuan demi kepentingan sendiri adalah salah satu akar dimulainya tindak korupsi. Bila kolusi ditiadakan, setidaknya kita akan hidup lebih baik.
13. Terbebas dari Nepotisme
Jangan sampai dalam satu direktorat, yang memegang jabatan adalah ayahnya, wakil ibunya, sekjen anak pertama, kepala biro anak ke dua dan keponakan, sopir tetangganya. dan herannya banyak kejadian seperti ini di pemerintahan kita.
14. Terbebas dari pergaulan/seks bebas
Yang pada akhirnya akan merugikan banyak anak-anak muda kita yang seharusnya mempunyai masa depan cemerlang. Mereka terbebani dalam rumah tangga, atau sebagai single parent, atau bahkan terkena penyakit menular seksual. Sangat menyedihkan
15. Terbebas dari pornografi
Ini adalah salah satu awal awal sebelum mulai terjerumus ke dalam seks bebas. Jaman millenium dimana internet bisa diakses dengan gampang, saat itulah anak-anak rentan terpengaruh oleh konten-konten pornografi yang dengan mudahnya dibrowsing. Saat inilah orang tua dituntut berperan penting mendampingi anak-anaknya.
16. Terbebas dari Film-film Horor bermutu rendah yang menonjolkan keseksian wanita semata.
Sayang sekali kalau perfilman nasional yang baru bangkit setelah sempat terjun bebas ke dalam kevakuman selama beberapa waktu malah kembali dibanjiri film-film horor murahan yang hanya menonjolkan keseksian wanita belaka. dan MIRISNYA, film-film seperti ini yang menangguk banyak penonton bila dibandingkan film-film serius bercita rasa tinggi.
17. Terbebas dari sinetron tidak mendidik.
Banyak sinetron tidak mendidik yang berseliweran di media elektronik kita. Sinetron yang hanya mengandalkan kata-kata kasar dan pelototan mata saja. Yang session-sessionnya begitu panjang, hingga ceritanya juga semakin ngawur saking penulisnya kehabisan ide. Andai sinetron lebih bermakna, tentu ibu-ibu korban sinetron yang suka menghabiskan waktunya berjam-jam menontonnya, bisa memperoleh sedikit nilai, sehingga sedikit menambah isi pikiran mereka. Andai saja #sigh
18. Terbebas dari plagiarisme
Plagiarisme mematikan kreativitas. Kita hanya mengandalkan copy paste atau sekedar mencontek karya yang sudah ada. Baik di bidang musik, tulisan, ide maupun hal-hal lain, melakukan tindakan plagiat dan mengakuinya sebagai karya kita sendiri adalah tindakan yang memalukan dan merendahkan martabat sendiri.
19. Terbebas dari kebohongan publik.
Banyak kasus direkayasa, dipelintir dan direkaulang untuk kemudian baru diterbitkan di berbagai media masa. Andai kita bisa mendapatkan kebenaran tentang sesuai hal tanpa melalui rekayasa.
20. Terbebas dari anarkisme
Secara sporadis, masih banyak terjadi tindak anarkis dengan berbagai macam latar belakang di Indonesia. Hal ini telah memupus rasa aman dari rakyat. Apalagi aparat penegak hukum tampak tak berdaya/tak perduli pada masalah in.
21. Benahi anggota DPR
Spechless ke dua dalam tulisan saya ini. Anggota dewan terhormat yang seharusnya mewakili rakyat, tapi SEBAGIAN malah merupakan kriminal dengan akhlak rendah dan sifat tak terpuji. Seperti memberi makan pada pencuri, dan mirisnya juga, mereka selalu dilindungi partainya, demi kepentingan partai juga.
22. Terbebas dari gang motor yang banyak merebak di beberapa kota besar di Indonesia.
Yang membuat masyakarat semakin merasa tidak aman.
23. Terbebas dari kebencian publik yang secara sengaja direkayasa sebagian pihak untuk mendiskreditkan pihak lain. Negara kita adalah negara hukum, daripada melakukan penghakiman sendiri, lebih baik beberapa masalah dibawa ke jalur hukum agar dapat diadili sebagaimana mestinya.
24. Benahi FPI
Blak-blakan saya menyebutkannya, seperti Joni di AXIS yang blak-blakan juga. FPI kini menjadi organisasi masa penuh berisi preman yang hanya mengandalkan kekerasan. Saya sungguh tak mengerti, mengapa aparat penegak hukum pura-pura tidak melihat aksi mereka.
25. Hindari kebut-kebutan
Belum lama ini kebut-kebutan di jalan saat Sahur On the Road telah memakan jiwa 2 anak muda yang merupakan generasi penerus kita. Entah berapa banyak jiwa yang telah hilang akibat kebut-kebutan di jalan. Seandainya kita bisa tertib berlalu lintas, kehilangan kita mungkin tidak akan sebanyak ini.
26. Benahi menteri-menteri yang tidak kompeten.
Menteri seharusnya adalah pembantu presiden, dan bukannya malah menciptakan preseden yang tidak enak. Banyak menteri yang menjadi menteri karena jatah politik, bukan karena kemampuannya. Akibatnya banyak kebijakan dan kata-kata yang dikeluarkannya sangat tidak sesuai dengan citranya, dan ironisnya, karena ia adalah publik figur, kata-katanya malah menciptakan pergolakan di dalam masyarakat. Sangat tidak bijaksana.
27. Berantas ekstrimis dengan kedok agama.
Bukan hanya merujuk pada organisasi massa tertentu, tetapi juga pada personal yang mengatasnamakan agama untuk melakukan tindakan kekerasan/pemboman pada masyarakat yang tidak bersalah.
28. Berantas persaingan usaha yang tidak sehat.
Dengan melakukan monopoli atau jegal usaha, atau taktik dagang dengan banting harga, atau dengan menjelek-jelekkan produk kompetitor. Yang mengakibatkan iklim usaha menjadi tidak sehat. Sangat disayangkan bila hal ini terjadi.
29. Kurangi sikap konsumtif di masyarakat.
masyarakat kita saat ini dibombardir bermacam-macam iklan barang konsumtif yang sebagian tidak diperlukan, akibatnya banyak masyarakat yang terjebak dalam hutang demi memenuhi nafsu konsumerismenya, sehingga mengurangi kualitas hidupnya.
30. Perbanyak pasar tradisional
Pasar tradisional kini semakin terdesak oleh pasar modern yang menganut cara swalayan. Justru pasar tradisional yang banyak menyerap tenaga kerja, dan membuat masyarakat mempunyai penghasilan sendiri. harus dicari cara agar invasi pasar modern jangan sampai mematikan pasar tradisional.
31.Bebas dari tawuran pelajar/massa
tawuran mencerminkan premanisme dari suatu kelompok masa/pelajar. Masa sih pelajar-pelajar kita adalah calon-calon preman di masa depan?
32. Bebas dari kemacetan
Macet mengorbankan banyak hal. Waktu, pikiran, uang hingga kesehatan kita. Saat-saat bersama keluargapun menjadi berkurang. macet terjadi karena banyak hal yang menjadi satu, mulai dari volume kendaraan yang semakin meningkat dengan tidak diimbangi dengan pertambahan jalan, pasar tumpah, kurang tertibnya lalu lintas dll. Macet membuat kita kehilangan banyak hal.
33. Benahi angkot
Angkot atau angkotan kota, adalah fenomena benci rindu dendam dalam masyarakat kita. Gaya pengemudi angkot yang slengekan dalam menyetir, plus kebiasaan menaik turunkan penumpang di sembarang tempat, dan kebiasaan ngetem yang bikin macet adalah fenomena sosial yang cuma bisa diterima kita sambil mengelus dada, karena sebagai rakyat kecil, kita sangat membutuhkan jasa angkutan ini. andai angkot bisa mengerti arti aturan lalu lintas #menghelanafas
34. Benahi sistem ujian nasional.
Ujian nasional sudah menjadi momok bagi anak-anak kita. Sebagian sekolah hanya fokus pada latihal soal bagi murid-muridnya menjelang ujian nasional. Seharusnya kita mempunyai sistem yang lebih friendly, yang mampu mengakomodasi kemauan dan kemapuan anak-anak kita.
35. Berantas joki UMPTN dan tes CPNS
Calon mahasiswa dan calon pegawai negeri sipil yang masih mengandalkan joki untuk lulus tes mencerminkan tipe manusia yang akan mereka lakoni kelak. Jadi bila joki-joki tes ini sudah tak ada, mereka terpaksa melakukan tes sendiri, dan bisa menunjukkan kemampuan mereka sendiri.
36. Perbaiki UMR
Upah Minimum Regional, yang merupakan barometer tingkat sosial di masyarakat kita, kurang bergerak sesuai keaikan tingkat kebutuhan. Akibatnya banyak masyarakat yang terpuruk dalam tingkat kemiskinan yang menyedihkan.
37. Berantas penambahan zat pengawet, pewarna tekstil pada jajan anak-anak.
Anak-anak kita benar-benar mengalami masa suram dengan terus terekspos bahan-bahan berbahaya pada jajannya. Walaupun kita bernisiatif membekali mereka, tetap anak-anak mudah tergoda jajanan yang berwarna-warni. Harusnya jajanan seperti ini diberantas hingga ke produsennya.
38. Berantas makanan dengan bahan berbahaya di masyarakat
Selain jajan anak-anak, banyak makanan berbahaya yang menyasar semua lapisan masyarakat. Terbuat dari makanan kadaluarsa yang dimasak ulang, atau dengan tambahan zat berbahaya atau yang berasal dari sumber yang polutan. Seperti bakso ikan yang terbuat dari daging ikan sapu-sapu yang diambil dari sungai dengan polusi yang tinggi. Ikan jenis ini menyerap polutan di air sungai ke dalam tubuhnya, sehingga bila dikonsumsi akan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
39. Berantas peredaran kembali obat kadaluarsa dengan kemasan baru
Banyak terjadi dengan sumber penyebaran yang bisa ditelusuri, tetapi, lagi-lagi, aparat seperti tutup mata
40. Berantas peredaran daging glonggongan
selain merugikan konsumen, proses glonggong yang tidak manusiawi sungguh membuat saya mempertanyakan masih ada tidaknya nurani manusia.
41. Basmi peredaran penjualan daging ayam tiren, dan daging import yang masuk melalui jalur gelap.
Dengan asumsi penyakit yang kemungkinan dibawanya, ayam tiren dan daging import ilegal tidak boleh diperjualbelikan.
42. Awasi perdagangan gelap.
Yang banyak terjadi di perbatasan negara kita. membuat barang-barang luar masuk dengan leluasa, dan barang-barang komoditas ekspor kita keluar tanpa terdeteksi
43. Turunkan harga sembako dan harga minyak
Padahal kita adalah produsen dari banyak produk pangan dan juga memiliki sumur minyak sendiri, tetapi kita tetap tidak mampu mencegah laju kenaikan harga yang mencekik. Pertanyaannya adalah, lari kemana uang hasil penjualan itu? mengapa rakyat kecil yang harus menanggung harga tinggi?
44. Turunkan harga buku dan koran.
Harga kertas yang naik berimbas pada tingginya harga buku dan koran, yang berefek pada masyarakat luas yang semakin kesulitan membelinya. Ini seperti pembodohan masal #blakblakan
45. Pertinggi minat baca
Masyarakat mungkin susah membeli koran dan buku, tetapi untungnya sekarang banyak media online yang bisa diakses melalui internet. Apalagi sekarang akses internet juga sangat murah. Salah satunya AXIS, yang cuma dengan Rp. 3900,- perhari saja kita sudah bisa mengakses internet UNLIMITED. Blak-blakan saja ya, saya merasa sangat diuntungkan dengan akses internet murah dari AXIS ini. cek keterangannya di http://www.axisworld.co.id/Paket_Internetan
46. Transparansi Pajak
Sudah banyak mendengar tentang kasus pajak yang diselewengkan masuk ke kantong pribadi. Bila pajak benar dikembalikan ke masyarakat seperti yang selama ini digembar-gemborkan, berapa banyak rakyat yang bisa hidup dengan lebih baik. Coba anda bayangkan. Dan blak-blakanlah dengan nurani anda.
47. Toleransi antar umat beragama
Kita selalu mendengar tentang toleransi antar umat beragama di Indonesia. sebenarnya di sebagian wilayah toleransi ini telah berjalan dengan baik, hanya saja di wilayah tertentu yang masih sangat memprihatinkan. Andai semua wilayah damai ... #merenung
48. Berantas penyerobotan lahan
Penyerobotan lahan yang terjadi dimana-mana membuat masyarakat hidup dengan tidak tenang. Sebenarnya lebih baik semua tanah memiliki sertifikat yang jelas, agar tidak ada sengketa
49. Berantas penebangan hutan dan lakukan reboisasi
Hutan adalah paru-paru dunia. Apakah kita memang sengaja membuat anak cucu kita kelak terpaksa membeli oksigen agar bisa bernafas? Dan bukan cuma itu saja fungsi hutan. diperlukan satu bab khusus bila ingin membahasnya hingga tuntas
50. Memasyakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat
Gaya hidup masa kini yang serba dimudahkan, membuat sebagian masyarakat kita kurang berolahraga sehingga rentan penyakit. Tagline di atas ini memang harus dihidupkan kembali
51. Akses kesehatan yang murah
kesehatan yang menentukan kualitas hidup seseorang, sehingga bila seseorang mampu memperoleh pelayanan kesehatan yang prima dengan harga murah, akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya
52. Penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita
posyandu dahulu sangat ramai, tetapi kini nyaris hilang. hal bagus seperti ini harus digalakkan lagi
53. Melek teknologi
Jaman seperti ini, bila kita ingin bersaing secara global, maka masyarakat kita harus memiliki edukasi yang cukup, sehingga masyarakat memiliki kecakapan dan mampu bersaing. melek teknologi kini adalah syarat vital agar tidak tergerus jaman.
54. Atasi pencemaran lingkungan
Pencemaran lingkungan memiliki banyak jenis, misalnya pencemaran tanah, air dan udara. Atasi satu-satu, untuk menciptakan lingkungan yang lebih kondusif dan nyaman untuk ditinggali.
55. Atasi pencemaran SUNGAI
Sebenarnya bisa digabung dengan nomor diatas, tapi khusus untuk sungai CITARUM, yang merupakan sungai terkotor di DUNIA, saya ingin mendedikasikan nomor khusus. Agar menjadi perhatian banyak pihak (impian saya) dan semoga suatu saat saya bisa melihat sungai Citarum mengalir bening dengan ikan-ikan yang berenang meliuk lentuk di dalamnya
56. Akses tempat tinggal bagi semua lapisan masyarakat.
Sedih melihat banyak masyarakat yang tidak mempunyai tempat berteduh, sementara sebagian lainnya hidup mewah di rumah istananya.
57. Ajari anak menabung sejak dini.
Menabung banyak untungnya, mengajarkan disiplin pada anak dan mempunyai keuntungan finansial di masa depan. Ajarkan sejak dini, anak akan merasakan manfaatnya.
58.Pemberdayaan Wanita
Sebagian besar wanita Indonesia sudah cukup puas menjadi ibu rumah tangga yang kerja tiap harinya, selain mengurus anak dan rumah tangga, adalah berjam-jam menonton sinetron dan bergosip. Andai waktu berharga mereka itu mereka pergunakan untuk hal lain yang lebih mendidik, menghasilkan atau memperkaya dirinya, pasti akan membuat wanita itu lebih BERHARGA.
59. Perlindungan anak dan wanita terhadap kekerasan dalam rumah tangga
Peristiwa kriminal justru banyak terjadi dalam rumah tangga dan dilakukan oleh anggota keluarga sendiri. Dalam hal ini, posisi lemah kadang di pihak anak dan wanita, seharusnya mereka lebih terlindung dari tindak kekerasan dalam rumah tangga
60. Pemanfaatan lahan rumah untuk penanaman pohon, apotik dan dapur hidup
Daripada halaman rumah kita semuanya kita tutup dengan beton dan keramik, ada baiknya kita sisakan lahan terbuka hijau yang bisa kita tanami dengan pohon, apotik dan dapur hidup. Selain ikut melestarikan alam, kita juga belajar dekat dengan alam dan mengenal manfaatnya.
61. Recycle atau daur ulang
seharusnya kita mulai memasyakatkan program daur ulang pada sampah kita, sehingga mengurangi masalah pencemaran lingkungan
62. GO GREEN
Hidup dengan lebih HIJAU, artinya kita mulai berbasis hidup kembali ke alam dan memperhatikan kepentingan alam. Hindari pemakaian styrofoam. Bawa kantong belanja sendiri bila kita hendak berbelanja, kurangi pemakaian plastik, adalah sebagian contoh tindakan nyata itu.
63. Bangun rumah yang ramah lingkungan
Kurangi pemakaian listrik, jadi perbanyak ventilasi agar cahaya dan udara luar bisa masuk dengan lebih leluasa. kamu akan mengurangi pemakaian listrik untuk lampu dan AC. Hemat listrik hemat energi.
64. Tingkatkan kepedulian sosial.
Tingkatkan empati dan simpati anda terhadap para korban bencana alam. salurkan bantuan, dan bagi yang membantu meyalurkan, jangan selewengkan bantuan. Pada saat-saat seperti inilah terasa solidaritas nasional kita diuji.
65. Ciptakan lapangan kerja bagi banyak orang
pekerjaan yang membuat kita bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan kita. Ada baiknya selain sebagai pekerja, kita juga mulai melakukan wirausaha, agar bisa membuka lapangan kerja bagi banyak orang, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
66. Last but not least, pendidikan MURAH dan BERKUALITAS bagi semua rakyat Indonesia.
Dengan biaya pendidikan yang terjangkau harganya dan kualitas yang bagus, sehingga membuat kita bisa bersaing secara global, maka Indonesia akan mampu menjadi pemimpin di dunia di masa depan.
Inilah 66 jurus blak-blakan saya.
Sudahkah anda blak-blakan hari ini?
@renisusanti21
Aktivitas yang terbilang remeh, tapi sebenarnya membantu banyak anak dan dewasa mengurangi angka kesakitan akibat kuman yang masuk ke dalam tubuh melalui tangan yang tidak bersih.
9. Terbebas dari konsumsi minuman keras dan narkoba.
terutama oleh anak-anak muda penerus bangsa, yang justru akan menjadi penggerogot bangsa bila mereka menjadi pecandu.
10. Terbebas dari prostitusi
Wanita dan anak-anak sering menjadi korban akibat terdesak kebutuhan ekonomi maupun akibat human trafficking. Seandainya Indonesia bisa dan mau berjuang menghapuskan kekejaman semacam ini.
11. Terbebas dari korupsi
Speechless menulis hal korupsi yang sudah mendarah daging, dan mengurat di dalam nyaris semua jajaran birokrat di Indonesia. Korupsi di Indonesia begitu mengharubirukan dan penuh lika-liku yang mirip dongeng antah berantah, penuh kisah kelam. Lebih seram dari film The Ring, lebih mematikan dari film The Final Destination dan lebih lucu dari film Pocong ngesot.
12. Terbebas dari Kolusi
Setipe dengan korupsi, kolusi yang berarti kerjasama dalam mencapai tujuan demi kepentingan sendiri adalah salah satu akar dimulainya tindak korupsi. Bila kolusi ditiadakan, setidaknya kita akan hidup lebih baik.
13. Terbebas dari Nepotisme
Jangan sampai dalam satu direktorat, yang memegang jabatan adalah ayahnya, wakil ibunya, sekjen anak pertama, kepala biro anak ke dua dan keponakan, sopir tetangganya. dan herannya banyak kejadian seperti ini di pemerintahan kita.
14. Terbebas dari pergaulan/seks bebas
Yang pada akhirnya akan merugikan banyak anak-anak muda kita yang seharusnya mempunyai masa depan cemerlang. Mereka terbebani dalam rumah tangga, atau sebagai single parent, atau bahkan terkena penyakit menular seksual. Sangat menyedihkan
15. Terbebas dari pornografi
Ini adalah salah satu awal awal sebelum mulai terjerumus ke dalam seks bebas. Jaman millenium dimana internet bisa diakses dengan gampang, saat itulah anak-anak rentan terpengaruh oleh konten-konten pornografi yang dengan mudahnya dibrowsing. Saat inilah orang tua dituntut berperan penting mendampingi anak-anaknya.
16. Terbebas dari Film-film Horor bermutu rendah yang menonjolkan keseksian wanita semata.
Sayang sekali kalau perfilman nasional yang baru bangkit setelah sempat terjun bebas ke dalam kevakuman selama beberapa waktu malah kembali dibanjiri film-film horor murahan yang hanya menonjolkan keseksian wanita belaka. dan MIRISNYA, film-film seperti ini yang menangguk banyak penonton bila dibandingkan film-film serius bercita rasa tinggi.
17. Terbebas dari sinetron tidak mendidik.
Banyak sinetron tidak mendidik yang berseliweran di media elektronik kita. Sinetron yang hanya mengandalkan kata-kata kasar dan pelototan mata saja. Yang session-sessionnya begitu panjang, hingga ceritanya juga semakin ngawur saking penulisnya kehabisan ide. Andai sinetron lebih bermakna, tentu ibu-ibu korban sinetron yang suka menghabiskan waktunya berjam-jam menontonnya, bisa memperoleh sedikit nilai, sehingga sedikit menambah isi pikiran mereka. Andai saja #sigh
18. Terbebas dari plagiarisme
Plagiarisme mematikan kreativitas. Kita hanya mengandalkan copy paste atau sekedar mencontek karya yang sudah ada. Baik di bidang musik, tulisan, ide maupun hal-hal lain, melakukan tindakan plagiat dan mengakuinya sebagai karya kita sendiri adalah tindakan yang memalukan dan merendahkan martabat sendiri.
19. Terbebas dari kebohongan publik.
Banyak kasus direkayasa, dipelintir dan direkaulang untuk kemudian baru diterbitkan di berbagai media masa. Andai kita bisa mendapatkan kebenaran tentang sesuai hal tanpa melalui rekayasa.
20. Terbebas dari anarkisme
Secara sporadis, masih banyak terjadi tindak anarkis dengan berbagai macam latar belakang di Indonesia. Hal ini telah memupus rasa aman dari rakyat. Apalagi aparat penegak hukum tampak tak berdaya/tak perduli pada masalah in.
21. Benahi anggota DPR
Spechless ke dua dalam tulisan saya ini. Anggota dewan terhormat yang seharusnya mewakili rakyat, tapi SEBAGIAN malah merupakan kriminal dengan akhlak rendah dan sifat tak terpuji. Seperti memberi makan pada pencuri, dan mirisnya juga, mereka selalu dilindungi partainya, demi kepentingan partai juga.
22. Terbebas dari gang motor yang banyak merebak di beberapa kota besar di Indonesia.
Yang membuat masyakarat semakin merasa tidak aman.
23. Terbebas dari kebencian publik yang secara sengaja direkayasa sebagian pihak untuk mendiskreditkan pihak lain. Negara kita adalah negara hukum, daripada melakukan penghakiman sendiri, lebih baik beberapa masalah dibawa ke jalur hukum agar dapat diadili sebagaimana mestinya.
24. Benahi FPI
Blak-blakan saya menyebutkannya, seperti Joni di AXIS yang blak-blakan juga. FPI kini menjadi organisasi masa penuh berisi preman yang hanya mengandalkan kekerasan. Saya sungguh tak mengerti, mengapa aparat penegak hukum pura-pura tidak melihat aksi mereka.
25. Hindari kebut-kebutan
Belum lama ini kebut-kebutan di jalan saat Sahur On the Road telah memakan jiwa 2 anak muda yang merupakan generasi penerus kita. Entah berapa banyak jiwa yang telah hilang akibat kebut-kebutan di jalan. Seandainya kita bisa tertib berlalu lintas, kehilangan kita mungkin tidak akan sebanyak ini.
26. Benahi menteri-menteri yang tidak kompeten.
Menteri seharusnya adalah pembantu presiden, dan bukannya malah menciptakan preseden yang tidak enak. Banyak menteri yang menjadi menteri karena jatah politik, bukan karena kemampuannya. Akibatnya banyak kebijakan dan kata-kata yang dikeluarkannya sangat tidak sesuai dengan citranya, dan ironisnya, karena ia adalah publik figur, kata-katanya malah menciptakan pergolakan di dalam masyarakat. Sangat tidak bijaksana.
27. Berantas ekstrimis dengan kedok agama.
Bukan hanya merujuk pada organisasi massa tertentu, tetapi juga pada personal yang mengatasnamakan agama untuk melakukan tindakan kekerasan/pemboman pada masyarakat yang tidak bersalah.
28. Berantas persaingan usaha yang tidak sehat.
Dengan melakukan monopoli atau jegal usaha, atau taktik dagang dengan banting harga, atau dengan menjelek-jelekkan produk kompetitor. Yang mengakibatkan iklim usaha menjadi tidak sehat. Sangat disayangkan bila hal ini terjadi.
29. Kurangi sikap konsumtif di masyarakat.
masyarakat kita saat ini dibombardir bermacam-macam iklan barang konsumtif yang sebagian tidak diperlukan, akibatnya banyak masyarakat yang terjebak dalam hutang demi memenuhi nafsu konsumerismenya, sehingga mengurangi kualitas hidupnya.
30. Perbanyak pasar tradisional
Pasar tradisional kini semakin terdesak oleh pasar modern yang menganut cara swalayan. Justru pasar tradisional yang banyak menyerap tenaga kerja, dan membuat masyarakat mempunyai penghasilan sendiri. harus dicari cara agar invasi pasar modern jangan sampai mematikan pasar tradisional.
31.Bebas dari tawuran pelajar/massa
tawuran mencerminkan premanisme dari suatu kelompok masa/pelajar. Masa sih pelajar-pelajar kita adalah calon-calon preman di masa depan?
32. Bebas dari kemacetan
Macet mengorbankan banyak hal. Waktu, pikiran, uang hingga kesehatan kita. Saat-saat bersama keluargapun menjadi berkurang. macet terjadi karena banyak hal yang menjadi satu, mulai dari volume kendaraan yang semakin meningkat dengan tidak diimbangi dengan pertambahan jalan, pasar tumpah, kurang tertibnya lalu lintas dll. Macet membuat kita kehilangan banyak hal.
33. Benahi angkot
Angkot atau angkotan kota, adalah fenomena benci rindu dendam dalam masyarakat kita. Gaya pengemudi angkot yang slengekan dalam menyetir, plus kebiasaan menaik turunkan penumpang di sembarang tempat, dan kebiasaan ngetem yang bikin macet adalah fenomena sosial yang cuma bisa diterima kita sambil mengelus dada, karena sebagai rakyat kecil, kita sangat membutuhkan jasa angkutan ini. andai angkot bisa mengerti arti aturan lalu lintas #menghelanafas
34. Benahi sistem ujian nasional.
Ujian nasional sudah menjadi momok bagi anak-anak kita. Sebagian sekolah hanya fokus pada latihal soal bagi murid-muridnya menjelang ujian nasional. Seharusnya kita mempunyai sistem yang lebih friendly, yang mampu mengakomodasi kemauan dan kemapuan anak-anak kita.
35. Berantas joki UMPTN dan tes CPNS
Calon mahasiswa dan calon pegawai negeri sipil yang masih mengandalkan joki untuk lulus tes mencerminkan tipe manusia yang akan mereka lakoni kelak. Jadi bila joki-joki tes ini sudah tak ada, mereka terpaksa melakukan tes sendiri, dan bisa menunjukkan kemampuan mereka sendiri.
36. Perbaiki UMR
Upah Minimum Regional, yang merupakan barometer tingkat sosial di masyarakat kita, kurang bergerak sesuai keaikan tingkat kebutuhan. Akibatnya banyak masyarakat yang terpuruk dalam tingkat kemiskinan yang menyedihkan.
37. Berantas penambahan zat pengawet, pewarna tekstil pada jajan anak-anak.
Anak-anak kita benar-benar mengalami masa suram dengan terus terekspos bahan-bahan berbahaya pada jajannya. Walaupun kita bernisiatif membekali mereka, tetap anak-anak mudah tergoda jajanan yang berwarna-warni. Harusnya jajanan seperti ini diberantas hingga ke produsennya.
38. Berantas makanan dengan bahan berbahaya di masyarakat
Selain jajan anak-anak, banyak makanan berbahaya yang menyasar semua lapisan masyarakat. Terbuat dari makanan kadaluarsa yang dimasak ulang, atau dengan tambahan zat berbahaya atau yang berasal dari sumber yang polutan. Seperti bakso ikan yang terbuat dari daging ikan sapu-sapu yang diambil dari sungai dengan polusi yang tinggi. Ikan jenis ini menyerap polutan di air sungai ke dalam tubuhnya, sehingga bila dikonsumsi akan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
39. Berantas peredaran kembali obat kadaluarsa dengan kemasan baru
Banyak terjadi dengan sumber penyebaran yang bisa ditelusuri, tetapi, lagi-lagi, aparat seperti tutup mata
40. Berantas peredaran daging glonggongan
selain merugikan konsumen, proses glonggong yang tidak manusiawi sungguh membuat saya mempertanyakan masih ada tidaknya nurani manusia.
41. Basmi peredaran penjualan daging ayam tiren, dan daging import yang masuk melalui jalur gelap.
Dengan asumsi penyakit yang kemungkinan dibawanya, ayam tiren dan daging import ilegal tidak boleh diperjualbelikan.
42. Awasi perdagangan gelap.
Yang banyak terjadi di perbatasan negara kita. membuat barang-barang luar masuk dengan leluasa, dan barang-barang komoditas ekspor kita keluar tanpa terdeteksi
43. Turunkan harga sembako dan harga minyak
Padahal kita adalah produsen dari banyak produk pangan dan juga memiliki sumur minyak sendiri, tetapi kita tetap tidak mampu mencegah laju kenaikan harga yang mencekik. Pertanyaannya adalah, lari kemana uang hasil penjualan itu? mengapa rakyat kecil yang harus menanggung harga tinggi?
44. Turunkan harga buku dan koran.
Harga kertas yang naik berimbas pada tingginya harga buku dan koran, yang berefek pada masyarakat luas yang semakin kesulitan membelinya. Ini seperti pembodohan masal #blakblakan
45. Pertinggi minat baca
Masyarakat mungkin susah membeli koran dan buku, tetapi untungnya sekarang banyak media online yang bisa diakses melalui internet. Apalagi sekarang akses internet juga sangat murah. Salah satunya AXIS, yang cuma dengan Rp. 3900,- perhari saja kita sudah bisa mengakses internet UNLIMITED. Blak-blakan saja ya, saya merasa sangat diuntungkan dengan akses internet murah dari AXIS ini. cek keterangannya di http://www.axisworld.co.id/Paket_Internetan
46. Transparansi Pajak
Sudah banyak mendengar tentang kasus pajak yang diselewengkan masuk ke kantong pribadi. Bila pajak benar dikembalikan ke masyarakat seperti yang selama ini digembar-gemborkan, berapa banyak rakyat yang bisa hidup dengan lebih baik. Coba anda bayangkan. Dan blak-blakanlah dengan nurani anda.
47. Toleransi antar umat beragama
Kita selalu mendengar tentang toleransi antar umat beragama di Indonesia. sebenarnya di sebagian wilayah toleransi ini telah berjalan dengan baik, hanya saja di wilayah tertentu yang masih sangat memprihatinkan. Andai semua wilayah damai ... #merenung
48. Berantas penyerobotan lahan
Penyerobotan lahan yang terjadi dimana-mana membuat masyarakat hidup dengan tidak tenang. Sebenarnya lebih baik semua tanah memiliki sertifikat yang jelas, agar tidak ada sengketa
49. Berantas penebangan hutan dan lakukan reboisasi
Hutan adalah paru-paru dunia. Apakah kita memang sengaja membuat anak cucu kita kelak terpaksa membeli oksigen agar bisa bernafas? Dan bukan cuma itu saja fungsi hutan. diperlukan satu bab khusus bila ingin membahasnya hingga tuntas
50. Memasyakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat
Gaya hidup masa kini yang serba dimudahkan, membuat sebagian masyarakat kita kurang berolahraga sehingga rentan penyakit. Tagline di atas ini memang harus dihidupkan kembali
51. Akses kesehatan yang murah
kesehatan yang menentukan kualitas hidup seseorang, sehingga bila seseorang mampu memperoleh pelayanan kesehatan yang prima dengan harga murah, akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya
52. Penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita
posyandu dahulu sangat ramai, tetapi kini nyaris hilang. hal bagus seperti ini harus digalakkan lagi
53. Melek teknologi
Jaman seperti ini, bila kita ingin bersaing secara global, maka masyarakat kita harus memiliki edukasi yang cukup, sehingga masyarakat memiliki kecakapan dan mampu bersaing. melek teknologi kini adalah syarat vital agar tidak tergerus jaman.
54. Atasi pencemaran lingkungan
Pencemaran lingkungan memiliki banyak jenis, misalnya pencemaran tanah, air dan udara. Atasi satu-satu, untuk menciptakan lingkungan yang lebih kondusif dan nyaman untuk ditinggali.
55. Atasi pencemaran SUNGAI
Sebenarnya bisa digabung dengan nomor diatas, tapi khusus untuk sungai CITARUM, yang merupakan sungai terkotor di DUNIA, saya ingin mendedikasikan nomor khusus. Agar menjadi perhatian banyak pihak (impian saya) dan semoga suatu saat saya bisa melihat sungai Citarum mengalir bening dengan ikan-ikan yang berenang meliuk lentuk di dalamnya
56. Akses tempat tinggal bagi semua lapisan masyarakat.
Sedih melihat banyak masyarakat yang tidak mempunyai tempat berteduh, sementara sebagian lainnya hidup mewah di rumah istananya.
57. Ajari anak menabung sejak dini.
Menabung banyak untungnya, mengajarkan disiplin pada anak dan mempunyai keuntungan finansial di masa depan. Ajarkan sejak dini, anak akan merasakan manfaatnya.
58.Pemberdayaan Wanita
Sebagian besar wanita Indonesia sudah cukup puas menjadi ibu rumah tangga yang kerja tiap harinya, selain mengurus anak dan rumah tangga, adalah berjam-jam menonton sinetron dan bergosip. Andai waktu berharga mereka itu mereka pergunakan untuk hal lain yang lebih mendidik, menghasilkan atau memperkaya dirinya, pasti akan membuat wanita itu lebih BERHARGA.
59. Perlindungan anak dan wanita terhadap kekerasan dalam rumah tangga
Peristiwa kriminal justru banyak terjadi dalam rumah tangga dan dilakukan oleh anggota keluarga sendiri. Dalam hal ini, posisi lemah kadang di pihak anak dan wanita, seharusnya mereka lebih terlindung dari tindak kekerasan dalam rumah tangga
60. Pemanfaatan lahan rumah untuk penanaman pohon, apotik dan dapur hidup
Daripada halaman rumah kita semuanya kita tutup dengan beton dan keramik, ada baiknya kita sisakan lahan terbuka hijau yang bisa kita tanami dengan pohon, apotik dan dapur hidup. Selain ikut melestarikan alam, kita juga belajar dekat dengan alam dan mengenal manfaatnya.
61. Recycle atau daur ulang
seharusnya kita mulai memasyakatkan program daur ulang pada sampah kita, sehingga mengurangi masalah pencemaran lingkungan
62. GO GREEN
Hidup dengan lebih HIJAU, artinya kita mulai berbasis hidup kembali ke alam dan memperhatikan kepentingan alam. Hindari pemakaian styrofoam. Bawa kantong belanja sendiri bila kita hendak berbelanja, kurangi pemakaian plastik, adalah sebagian contoh tindakan nyata itu.
63. Bangun rumah yang ramah lingkungan
Kurangi pemakaian listrik, jadi perbanyak ventilasi agar cahaya dan udara luar bisa masuk dengan lebih leluasa. kamu akan mengurangi pemakaian listrik untuk lampu dan AC. Hemat listrik hemat energi.
64. Tingkatkan kepedulian sosial.
Tingkatkan empati dan simpati anda terhadap para korban bencana alam. salurkan bantuan, dan bagi yang membantu meyalurkan, jangan selewengkan bantuan. Pada saat-saat seperti inilah terasa solidaritas nasional kita diuji.
65. Ciptakan lapangan kerja bagi banyak orang
pekerjaan yang membuat kita bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan kita. Ada baiknya selain sebagai pekerja, kita juga mulai melakukan wirausaha, agar bisa membuka lapangan kerja bagi banyak orang, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
66. Last but not least, pendidikan MURAH dan BERKUALITAS bagi semua rakyat Indonesia.
Dengan biaya pendidikan yang terjangkau harganya dan kualitas yang bagus, sehingga membuat kita bisa bersaing secara global, maka Indonesia akan mampu menjadi pemimpin di dunia di masa depan.
Inilah 66 jurus blak-blakan saya.
Sudahkah anda blak-blakan hari ini?
@renisusanti21
Sabtu, 07 Mei 2011
GELOMBANG KESUKSESAN (Kisah Sejarah Yang penuh Inspirasi dan Kerja Keras)
diceritakan kembali, sesuai dengan History of Pocari Sweat (Full Video): http://youtu.be/Ye5iHnmz5XU
Prolog
OTSUKA PHARMACEUTICAL
Otsuka Pharmaceutical Co., Ltd. didirikan pada tanggal 10 Agustus 1964. Perusahaan ini adalah perusahaan yang berorientasi pada sektor farmasi dan produk-produk kesehatan lainnya.
AKIHIKO OTSUKA (Generasi ke-3 dari OTSUKA grup)
Hari ini aku tahu akan kembali sangat sibuk di Otsuka Pharmaceutical, perusahaan yang didirikan oleh kakekku. Saat ini aku menjabat sebagai kepala pabrik di sana, dan bertanggung jawab sepenuhnya atas produksi dari perusahaan Otsuka Pharmaceutical. Di Tokushima, tempat perusahaanku berada, cuaca sangat cerah. Aku sampai di perusahaan dengan semangat kerja tinggi. Tahun 1973 ini, usiaku baru 35 tahun, energiku berlimpah dan penuh dengan ide-ide baru. Sampai di pabrik, seperti biasa, aku menginspeksi jalannya proses produksi. Salah satu produk kebanggaan perusahaan kami adalah minuman Oronamin C dan obat oles Oronine H, yang diciptakan dengan jeniusnya oleh ayahku, presiden direktur Otsuka Pharmaceutical yang ke-2, Masahito Otsuka. Aku sangat bangga padanya. Perusahaan Otsuka menjadi sangat maju dan berkembang salah satunya berkat hasil penjualan dari ke-2 jenis produk itu.
Karya-karya ayah ini menyebabkan aku banyak merenung. Bila ayah sanggup menciptakan produk yang sungguh-sungguh bagus seperti itu, mengapa aku tidak? Aku harus mampu juga menciptakan sebuah produk yang belum pernah ada sebelumnya! Aku harus mampu mengembangkan sebuah produk yang juga dapat menjadi pilar perusahaan. Sebuah produk yang membanggakan dan menjadi ciri khas perusahaan Otsuka dengan tanganku sendiri. Hal ini bukan hanya semata-mata demi menunjukkan eksistensiku, tetapi juga demi perusahaan yang didirikan oleh kakekku ini. Perusahaan Otsuka Pharmeceutical yang sangat kubanggakan ini. Apa yang bisa kuberikan untuk perusahaan agar bisa berkembang lebih pesat lagi?
ROKURO HARIMA (Penangung Jawab Pengembangan Minuman pada OTSUKA Grup)
Aku sangat menyukai pekerjaanku di Otsuka Pharmaceutical. Di sini aku bisa mengembangkan kemampuanku semaksimal mungkin, dan dihargai dengan baik oleh perusahaan. Aku sudah cukup lama bekerja di sini, dan aku juga yang menentukan rasa dari Oronamin C. Menurutku aku cukup ahli dalam menentukan sebuah rasa minuman yang pas dan bisa dijual. Kemampuanku ini yang membuatku dijuluki Ahli Rasa oleh rekan-rekanku.
Sudah cukup lama aku memperhatikan kepala pabrik kami, Bapak Akihiko Otsuka, yang kebetulan adalah cucu pendiri perusahaan kami. Aku sangat menyukainya dan semangatnya yang besar dalam bekerja. Beliau sangat bertanggung jawab pada pekerjaannya, dan sangat berdedikasi tinggi. Tetapi aku juga tahu, beliau diam-diam selalu berpikir keras, bagaimana cara menciptakan sebuah produk baru yang bisa menjadi ciri khas baru perusahaan kami. Beliau selalu tampak bersungguh-sungguh. Dalam hal ini, aku sangat mengagumi beliau. Dan terus terang, demi beliau dan demi perusahaan ini, aku ingin sekali memberikan segala kemampuanku. Sungguh tak kusangka, kesempatan ini datang padaku. Sebuah peristiwa yang kualami telah memberi ilham padaku. Aku berharap ide ini bisa diterima oleh Bapak Akihiko. Aku pun segera menemui beliau.
“Maaf, Pak... ,” kataku setelah mengetuk dan masuk ke ruangan beliau.
Bapak Akihiko tersenyum memandangku dan berkata, “ Ah bapak Harima... ada apa?”
Aku kemudian berjalan mendekati beliau, dan mengeluarkan benda yang sudah kupersiapkan di kantong jas laboratoriumku, dan langsung menyerahkannya kepada beliau. Bapak Akihiko sesaat menimang benda itu, dan bertanya padaku,” Bukankah ini cairan infus produk kita, iya kan?”
“Benar pak,” jawabku
Bapak Akihiko memandangku heran, menunggu penjelasanku lebih lanjut.
“Bagaimana kalau cairan infus dijadikan minuman, Pak?” lanjutku
Bapak Akihiko sesaat tampak tertegun mendengar kata-kataku. Kulihat cahaya rasa ingin tahu mendadak bersinar di matanya.
“Minuman cairan infus? Maksud Pak Harima apa?”
“Begini, Pak,” kataku kemudian. “ Bapak tahu saya mengunjungi Mexico beberapa waktu yang lalu untuk survei buah-buahan tropis dalam rangka mengembangkan minuman yang baru. Di sana saya memperoleh pengalaman yang mengkhawatirkan, Pak. Saya mengalami diare yang cukup parah karena pengadaan air bersih dan sanitasi di sana yang sangat buruk. Dan saya sampai terpaksa harus dirawat di rumah sakit kecil dengan fasilitas medis yang sangat terbatas”.
Pak Akihiko yang telah mengetahui pengalaman tidak enakku ini sebelumnya menungguku menyelesaikan kalimatku.
“Pada saat dokter memberikan saya obat, dokter juga memberikan saya air soda dalam botol untuk membantu saya menelan obat itu. Waktu itu saya sangat heran mengapa dokter memberi saya air soda dan bukannya air putih biasa, tetapi kemudian dokter menjelaskan bahwa kualitas air di sana sedang sangat buruk. Dan karena saya juga sudah menduga bahwa saya mengalami diare ini karena sanitasi dan kualitas air yang buruk di sana, saya dapat menerima penjelasan dokter itu,” lanjutku
“Selain itu, sang dokter juga menjelaskan bahwa air dan zat gizi lain di dalam tubuh berkurang secara drastis karena terbuang saat diare. Karena itu, kalau tidak menambah kadar air dalam tubuh, bisa terjadi dehidrasi yang bisa sangat berbahaya. Kemudian, setelah cairan tubuh berhasil dikembalikan, zat gizi juga harus ditambahkan ke dalam tubuh kita. Nah, saat itu saya berpikir, kalau saja ada fasilitas infus di rumah sakit itu, masalahnya akan langsung selesai. Karena peristiwa inilah, Pak, saya kemudian teringat sebuah pengalaman saya yang lama,” aku berhenti sejenak berkata. Bapak Akihiko memandangku dengan pandangan serius.
“Saya pernah melihat seorang dokter yang minum langsung cairan infus dari botolnya, untuk mengganti cairan tubuhnya yang terbuang setelah berjam-jam melakukan operasi. Karena itu kemudian saya berpikir, bahwa ada baiknya kita melakukan pengembangan pada cairan infus itu agar bisa layak minum, Pak. Hal ini saya kemukakan karena cairan infus merupakan bidang yang kita kuasai juga,” aku melanjutkan dengan antusias. Bapak Akihiko tampak terdiam, pandangannya terlihat sangat dalam. Kerutan tajam muncul di keningnya, kelihatannya beliau berpikir keras saat ini. Aku mengatakan hal ini berdasarkan pada kenyataan bahwa perusahaan Otsuka Pharmaceutical menempati peringkat pertama pada produksi cairan infus untuk seluruh negeri.
Sementara itu, pandangan Bapak Akihiko semakin tajam memandang botol cairan infus di tangannya, aku tahu, beliau sedang mempertimbangkan usulanku dengan hati-hati, dan dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang pelik, yang ilmuwan seperti aku susah untuk bisa mengerti.
Akhirnya beliau mengangkat kepalanya, dan berkata tenang kepadaku, “ Mungkin saat ini belum waktunya, Pak Harima”.
Sesaat aku tertegun, tetapi aku segera menangkap kata-katanya. Bukan karena ia menolak langsung usulanku, tetapi ia akan mempertimbangkan dengan tenang usulanku dan mencari saat yang tepat untuk mulai melaksanakan usulanku, bila ternyata beliau berpikir bahwa usulanku cukup layak untuk mulai dikerjakan. Aku mengangguk dengan hormat kepada beliau, dan mengundurkan diri kembali ke pekerjaanku.
Tiga Tahun Kemudian (1976)
Pada suatu siang, saat aku sedang tekun mengerjakan tugasku bersama seorang staffku yang sangat berbakat dan tekun bernama Akihisa Takaichi, peneliti muda yang sangat berdedikasi pada pekerjaannya, tiba-tiba salah seorang pesuruh kantor datang menemuiku dan berkata bahwa kami berdua dipanggil oleh Bapak Akihiko Otsuka. Beliau saat ini sudah tidak menjabat sebagai kepala pabrik lagi, tetapi telah diangkat menjadi Presiden Direktur Otsuka Pharmaceutical yang ke-3, menggantikan ayahnya, pada umur yang masih sangat muda, 38 tahun. Beliau bahkan bekerja semakin keras dan tekun kini, seakan-akan semangatnya tak pernah habis. Bersama Akihisa, kami kemudian menemui Bapak Akihiko.
“Saya memanggil anda berdua, karena ada satu permintaan,” demikian Bapak Akihiko berkata pada kami sesaat setelah kami bertemu. Aku dan Akihisa mengangguk dengan hormat.
“Harima, anda dahulu pernah mengutarakan sebuah usulan kepada saya untuk mengembang sebuah produk minuman dari cairan infus. waktu itu saya mengatakan kepada anda bahwa belum saatnya untuk mengembangkannya. Nah, menurut saya sekarang ini saat yang tepat!”
Aku terkejut, sekaligus merasa senang. Bapak Akihiko benar-benar mempertimbangkan usulanku dengan serius dan tidak melupakannya sama sekali.
Kemudian Bapak Akihiko melanjutkan kata-katanya,” Pada saat ini, jogging sedang menjadi trend di masyarakat. ini membuktikan kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat”.
Aku agak heran mendengar penjelasan beliau, “Maksud Bapak, mengubah cairan infus agar enak diminum?” tanyaku
“Tidak, sebenarnya saya ingin menciptakan minuman kesehatan!” Bapak Akihiko menerangkan kemudian, “ Kalau berkeringat, elektrolit tubuh seperti ion natrium atau ion kalium bersama air. Saya ingin menciptakan minuman yang komposisinya sama dengan keringat sehingga menambah elektrolit tubuh, dan menggantikan elektrolit yang terbuang”.
Aku mengangguk, setuju terhadap konsepnya. Kemudian Bapak Akihiko melanjutkan penjelasannya tentang rasa minuman yang diinginkannya.
“Yang saya inginkan adalah rasa yang tidak membosankan. Rasa yang walaupun diminum setiap hari harus selalu terasa enak di tenggorokan,” demikian kata beliau.
Aku dan Akihisa langsung berpikir keras. Akihisa terlihat antusias dan penasaran sekaligus. Diam-diam, aku merasa senang melihat raut mukanya.
Saat sudah keluar dari ruangan presiden direktur, Akihisa berkata padaku,” Tapi pak, enak di tenggorokan itu seperti apa ya?”. Aku tersenyum mendengar kalimatnya. Akihisa Takaichi benar-benar seorang peneliti muda yang sangat serius dan pintar.
“Takaichi, itulah tugasmu mencari tahu, rasa apa yang enak di tenggorokan, walau akan memakan waktu yang lama”.
Akihisa memandangku bingung, “Maksud Bapak?” tanyanya kemudian
“Saya serahkan pengembangannya kepada kamu! Lakukan seperti yang kamu mau!” kataku
Sejurus Akihisa tampak terkejut, tapi semangat tampak tiba-tiba berkobar di wajahnya, “Baik Pak!” katanya dengan antusias.
Aku mengangguk padanya. Aku memberikan kesempatan ini padanya agar ia bisa menggunakan bakatnya yang besar itu demi perusahaan, Dan agar ia bisa mengembangkan dan membina dirinya juga. Kemajuannya juga akan memajukan perusahaan di kelak kemudian hari. Walaupun aku tahu penelitian ini akan memakan waktu yang lama, dan memerlukan kerja keras, aku berharap ia akan mampu melaksanakannya dengan baik.
AKIHISA TAKAICHI (Peneliti Muda di OTSUKA Grup)
Aku sangat senang mendapatkan kesempatan besar ini. Dan aku juga sangat menghargai Bapak Akihiko dan Bapak Harima yang telah memberikannya padaku. Semangatku langsung timbul. Aku langsung mulai memperhitungkan banyak hal di kepalaku, bahkan hanya sesaat setelah bapak Harima menyerahkan tugas ini padaku. Keringat, itu kata kunci pertama yang dberikan oleh Bapak Akihiko. Aku harus tahu, apa komposisi keringat, dan apa rasanya. Aku benar-benar harus memahami dahulu, keringat itu apa.
Aku segera menuju ke tempat sauna untuk penelitian pertamaku. Aku mengumpulkan contoh keringatku yang keluar pada saat aku berada di sauna. Kemudian, aku sengaja berjala-jalan di sekitar perusahaan, di saat matahari sedang terik bersinar. Aku juga mengumpulkan contoh keringatku yang keluar pada saat aku sedang berjalan-jalan di bawah sinar matahari siang ini. Kemudian aku mulai melakukan pekerjaanku, aku menganalisa komposisi keringat yang kuambil dari dua tempat yang berbeda itu. Aku menemukan beberapa hal menarik yang membenarkan dugaanku. Aku hendak memeriksa kadar kadar ion natrium atau kadar garam, yang menjadi sebab rasa asin pada keringat. Nilai konsentrasi kadar Natrium pada contoh keringat dari sauna, jauh lebih tinggi daripada contoh keringat dari kegiatan berjalan-jalan biasa. Jadi aku mengerti bahwa keringat itu mempunyai banyak jenis, sesuai dengan aktivitas yang dilakukan. semakin berat aktivitas dan semakin panas suhunya, maka kadar garam yang keluar akan semakin tinggi.
Kemudian aku menjelaskan pada asisten yang membantu penelitianku, bahwa minuman yang ingin diciptakan adalah minuman untuk menambah kadar elektrolit dalam kegiatan sehari-hari, sehingga patokan kadar natrium yang diambil adalah pada kadar natrium yang rendah.
Aku langsung melakukan uji coba, dengan persis aku menciptakan minuman dengan komposisi yang sama dengan komposisi keringat pada saat aktivitas sehari-hari. Kemudian aku langsung menemui Bapak Harima untuk menunjukkan hasilnya.
Bapak Harima mencium baunya terlebih dahulu, sebelum meneguk minuman yang kupersiapkan baginya. Ekspresinya tampak berubah, “Rasanya pahit, susah sekali untuk ditelan,” demikian Pak Harima berkata padaku.
Aku mencoba menjelaskan pada Pak Harima,” Tapi Pak, walaupun rasanya pahit, tetapi kalau untuk kesehatan, bukannya orang-orang akan mau meminumnya?”
Aku tahu yang menimbulkan rasa pahit pada minuman yang kuciptakan adalah ion Kalium dan ion magnesium yang juga terdapat pada keringat.
Pak Harima kemudian berkata,” Rasa pahit seperti ini tidak bermasalah bila diminum sebagai obat, tetapi bukankah yang ingin kita ciptakan ini adalah minuman ringan dengan rasa yang enak di tenggorokan dan bisa diminum setiap saat? Jadi, jangan lupakan itu,” dengan sabar Pak Harima menjelaskan padaku. Aku tersentak mendengarnya. Bapak harima adalah seorang ahli rasa, yang dapat menentukan sebuah produk dapat diterima atau tidak oleh konsumen hanya dengan sekali mencicipnya. Meyakinkan bapak Harima sama sekali bukan perkara yang gampang. aku benar-benar harus menciptakan rasa yang berbeda, rasa yang disetujui oleh beliau.
Siang malam aku berpikir keras, bahkan kadang-kadang aku tetap bekerja walaupun pada hari libur. Hal ini sungguh sangat menantangku. Aku menganggap penciptaan minuman kesehatan ini adalah sangat serius. Aku ingin membantu Bapak Akihiko untuk menciptakan sebuah minuman yang belum pernah ada sebelumnya.
Akhirnya aku sampai pada suatu keputusan untuk menambahkan pemanis alami untuk menyamarkan rasa pahit pada minuman yang kuciptakan itu. Kemudian kembali aku meminta Bapak harima untuk mencoba temuan terbaruku itu.
“Pahitnya memang berkurang, hanya keseimbangan rasanya tidak tepat. Rasa minuman ini masih terlalu manis. Minuman yang ingin kita ciptakan adalah minuman kesehatan, dan bukan minuman jus. Kadar gulanya harus ditekan serendah mungkin. Konsentrasi kadar gula harus berada di bawah 10%, kamu mengerti kan?” Pak Harima memandangku dengan bijak. Aku mengangguk, mengerti dengan jelas apa yang beliau maksud.
Pada saat itu, minuman ringan pada umumnya mengandung kadar gula lebih dari 12%, dan minuman yang laris adalah minuman yang manis. Tetapi Bapak Harima memintaku mengembangkan minuman yang tidak terlalu manis. Aku harus terus berusaha menciptakannya, aku yakin aku bisa.
Tiga Tahun Kemudian (Mei 1979)
Aku sudah mengujicoba lebih dari 1000 jenis minuman. Bahkan Bapak Akihiko pun telah mencobanya beberapa kali. Minuman terbaruku dicoba hari ini, tetapi kembali Bapak Akihiko mengatakan bahwa minuman yang kukembangkan masih tetap memiliki rasa pahit. Aku menghela nafas, tetapi belum berputus asa. Semangatku masih tinggi. tiba-tiba seorang staff mengetuk pintu dan membawa serbuk minuman instan yang sedang diujicobanya. Pak Akihiko juga mencobanya, tetapi masih mengatakan bahwa minuman itu belum sempurna. Pak Akihiko memandang 2 gelas minuman ujicoba yang sedang berada di hadapannya, dan tanpa kuduga tiba-tiba langsung mencampurkan keduanya. Kami kaget sekali. Tapi justru setelah meneguk minuman campuran itu, Pak Akihiko berkata, “ Ini baru enak”.
Aku terpana.
Setelah Pak Harima dan aku mencobanya, kami menyadari bahwa memang ada sesuatu yang berbeda. “Rasa pahitnya hilang,” demikian Pak Harima berkata, menyuarakan pemikiranku juga. “Minuman serbuk instan rasa apa ini?” tanya beliau kepada staff tersebut.
“Rasa jeruk, pak” jawab staff itu.
Pak Harima berkata,” Mungkin rasa pahit yang khas dari jeruk, dapat menutupi rasa pahit yang tidak enak”.
Aku sangat takjub. Berkat Pak Akihiko yang melakukan hal yang tidak terduga, pengembangan minuman ini menjadi maju satu langkah.
Aku juga sangat terinspirasi. Saat itu juga aku membeli bermacam-macam jenis jeruk dan membawanya ke rumah. Satu-persatu aku mencampurkan air jeruk yang kubeli ke dalam minuman. Akhirnya, pada satu jeruk, memberikan efek yang luar biasa dalam menghilangkan rasa pahit.
Penelitianku yang lama, dan dengan bantuan tindakan Bapak Akihiko yang tak terduga, akhirnya membuahkan hasil. Pada percobaan tahap akhir, aku menyajikan pada Pak Harima dan peneliti-peneliti lain untuk mencoba minuman dengan kadar gula 6,2 % dan 7%. Semua peneliti lain lebih menyukai minuman dengan kadar gula yang lebih tinggi. Kulihat Pak Harima merenung karenanya, kelihatannya beliau sedang memikirkan sesuatu hal.
Beberapa hari kemudian, aku mendengar sebuah kabar yang mengejutkan. Para peneliti yang waktu itu mencoba minuman di laboratorium, sekarang mengatakan bahwa minuman dengan kadar gula 6,2% lebih enak dibandingkan dengan minuman dengan kadar gula 7%. Mengapa bisa begitu? Pak Harima kemudian menjelaskan padaku. Rupanya ia mengajak para peneliti itu untuk mendaki Gunung Bisan, dan sesampainya di puncak, kemudian meminta para peneliti untuk minum dari 2 macam minuman itu, hanya dengan label A dan B. Para peneliti mengatakan bahwa minuman B, yang mempunyai kadar gula 6,2%, terasa lebih enak. Dan Pak harima menjelaskan, bahwa saat berkeringat, minuman dengan kadar gula lebih rendah akan terasa lebih segar, dan karena ini minuman kesehatan, maka harus terasa enak diminum saat beraktivitas. Pak Harima memang hebat. Bahkan kemudian pak Akihiko pun menyetujui rasa minuman ini. Pekerjaanku selesai dengan baik.
AKIHIKO OTSUKA (Presiden Direktur OTSUKA Grup)
Hari ini aku mengadakan rapat direksi untuk mengenalkan minuman kesehatan baru yang telah berhasil dikembangkan oleh staff peneliti muda, Akihisa Takaichi dan dibantu mentornya Rokuro Harima bersama denganku.
Reaksi para direktur lain saat mencoba minuman ini nyaris sama, mereka tidak menyukai rasanya yang agak asin dan dengan kadar manis yang kurang.
Rapat direksi menjadi ricuh dengan suara-suara penolakan dari para direktur lain.
Tetapi aku berpendapat lain.
“Saya mengerti tanggapan anda,” kataku menenangkan mereka. “Tetapi anda saat ini meminumnya di ruangan rapat. Cobalah meminumnya setelah berkeringat, dan dipersilahkan minum berulang kali. Dengan demikian anda baru akan mengerti hebatnya produk ini!”
“Saya putuskan perusahaan kita akan menjual minuman ini!!” kataku tegas. Aku yakin pada kepekaan rasa diriku dan Pak Harima. Produk ini pasti akan berhasil!
Produk ini diberi nama Pocari Sweat. Berasal dari kata Pocari, yang memberi kesan menyegarkan dan Sweat yang berarti keringat dalam bahasa Inggris.
JIRO TANAKA (Kepala Tim Marketing OTSUKA Pharmaceutical)
Pada bulan April 1980 ini, perusahaan tempatku bekerja, Otsuka Pharmaceutical, mulai memasarkan minuman kesehatan baru dengan nama Pocari Sweat. Perusahaan menginstruksikan semua karyawan marketing dan karyawan lainnya mengunjungi toko-toko setempat, agar Pocari Sweat dapat dipajang di banyak tempat. Akupun turun tangan langsung mengunjungi toko-toko langgananku. Aku meminta pemilik toko untuk mencoba dahulu Pocari Sweat sebelum ia jual, tetapi reaksi pemilik toko negatif. ia menolak menjualnya di tokonya dengan alasan rasa minuman yang tidak enak dan tidak bakal laku dijual. Aku menjadi kebingungan menghadapinya. Dan bukan hanya diriku, semua staff marketing lainnyapun mengalami masalah yang sama. Bahkan saat kami mengadakan uji coba penjualan, para pembeli malah marah karena diminta membayar untuk minuman yang mereka rasa tidak enak. Apa yang harus kulakukan?
Penjualan Pocari Sweat disambut sangat buruk oleh konsumen. Aku terpaksa melaporkan hal ini langsung kepada Presiden Direktur Akihiko. Dan pada saat itulah, Presiden Direktur Akihiko mengeluarkan sebuah keputusan yang benar-benar mengejutkan.
“Bagikan dengan gratis!” kata beliau dengan tenang. Aku kaget bukan kepalang, kupikir aku salah dengar.
“Kita bagikan Pocari Sweat secara gratis, agar diminum setiap orang di setiap tempat dan dalam jumlah yang besar,” lanjut beliau. Ah, Kelihatannya aku benar-benar tidak salah dengar.
“Pak, berapa yang harus dibagikan?” aku bertanya dengan suara bergetar.
Bapak Akihiko menjawabku dengan suara yang pasti, “ Tak terbatas!”
“Keunggulan Pocari Sweat tidak bisa dirasakan kalau tidak diminum berulang-ulang. Jadi kita akan melakukannya dengan tuntas, kita akan bagikan dengan jumlah tak terbatas. Jangan pikirkan jumlah kerugian dulu. yang hendak kita lakukan di sini adalah menciptakan pasar baru yang belum pernah ada. Walaupun pada awalnya tidak bisa dijual, itu adalah hal yang sangat wajar. Yang paling penting sekarang adalah mensosialisasikan konsep produk secara tepat, daripada hanya sekedar menjual produk. Dengan demikian nantinya konsumen akan mengerti keunggulan Pocari Sweat, penjualan akan meningkat belakangan! ,” demikian penjelasan dari Pak Akihiko.
Aku mengangguk, mulai mengerti pemikirannya. Benar, yang harusnya pertama kali lakukan adalah menciptakan pasar baru dulu, dan setelah pasar terbentuk, baru kami bisa memasarkan produk. Aku memandang Pak Akihiko dengan kagum. Pemikiran beliau benar-benar sangat luar biasa!!
Kemudian, staff marketing mulai rapat dan mengajukan ide tentang tempat paling efektif untuk membagikan produk Pocari Sweat. Pocari Sweat terasa paling enak diminum saat sedang berkeringat, karena itu kami harus menemukan tempat yang tepat untuk mulai melakukan operasi bagi-bagi Pocari Sweat secara gratis. Aku memilih lapangan baseball tempat anak-anak latihan di tengah terik matahari, dan mulai membagikan Pocari sweat secara gratis kepada mereka. tetapi aku tidak hanya sekedar membagikan saja, aku juga menjelaskan tentang Pocari Sweat. Anak-anak yang sedang berkeringat itu menganggap rasa Pocari Sweat enak dan langsung bisa diteguk. Aku menjelaskan pada mereka bahwa itu karena mereka berkeringat, maka mereka kehilangan cairan tubuh. Padahal tubuh manusia 60%-nya terdiri dari cairan. dan karena Pocari Sweat memiliki komposisi yang mirip cairan tubuh, maka Pocari Sweat akan dapat langsung menggantikan cairan tubuh yang terbuang itu.
Staff marketing lain menempuh cara yang nyaris sama, membagikan Pocari Sweat kepada orang-orang yang sedang berkeringat dan banyak kehilangan cairan tubuh. Dan dengan orang-orang ini, komentar mereka terhadap Pocari Sweat nyaris selalu positif.
Pada saat itu, jumlah Pocari Sweat yang dibagikan gratis sebanyak lebih dari 30 juta kaleng atau setara dengan Rp. 400 milyar rupiah. Tetapi Pak Akihiko tetap terus membagikan Pocari Sweat secara gratis sepanjang tahun itu, karena menurut beliau yang penting adalah bukan keuntungan sekarang, tetapi pada masa depan.
Setahun Kemudian (Di Musim Panas)
Musim panas pada tahun ini sangat terasa sekali panasnya. Matahari terasa sanat terik. Di kantorpun bahkan aku merasa sangat kepanasan. Tiba-tiba terjadi hal penting yang menyibukkan divisi pemasaran kami. Telepon pemesanan untuk produk Pocari Sweat tiba-tiba melonjak tajam. Semua toko kehabisan stok Pocari Sweat mereka, dan menelepon kami untuk meminta pengiriman Pocari Sweat ke toko mereka. Mengherankan, Pocari Sweat tiba-tiba laris secara drastis pada musim panas ini.
Rupanya strategi Bapak Akihiko mulai membuahkan hasil. Dengan cara membagikan Pocari Sweat secara gratis, konsep Pocari Sweat telah dimengerti oleh konsumen. Penjualan Pocari Sweat tahun ini kemudian melonjak 3 kali lipat dibanding dengan tahun sebelumnya. Keyakinan Bapak Presiden direktur Akihiko akhirnya berbuah. Pocari Sweat menjadi minuman kesehatan paling terkenal di seluruh dunia.
Epilog
Pocari Sweat saat ini telah dijual di 16 negara, termasuk di Indonesia. Di Indonesiapun promosi Pocari Sweat dilakukan dengan sangat baik, yaitu dengan cara membagi-bagikan Pocari Sweat di saat buka puasa, yaitu saat mulai boleh mengonsumsi makanan dan minuman di bulan puasa. Dan juga karena Indonesia banyak terjadi penyakit demam berdarah, Pocari sweat juga dibagikan di rumah sakit- rumah sakit. Pengenalan produk Pocari Sweat di Indonesia juga dilakukan secara strategis, hasilnya kini, Pocari Sweat adalah minuman kesehatan pengganti ion tubuh yang paling dikenal dan paling dipercaya di Indonesia.
Ada 3 gelombang kesuksesan Pocari Sweat.
Gelombang pertama adalah saat ide itu pertama kali muncul oleh Pak Harima.
Gelombang ke dua adalah saat rasa dan komposisi Pocari Sweat berhasil diciptakan dengan kerjasama dari Bapak Akihiko, Bapak Harima dan Bapak Takaichi.
Dan gelombang ke tiga adalah saat Bapak Akihiko dengan strategi penjualannya yang brilian berhasil menjadikan Pocari Sweat sebagai produk yang sangat laris dan dikenal masyarakat dengan image minuman isotonik pengganti ion tubuh yang begitu kuat.
Dengan sejarah yang begitu panjang, penuh dengan kerja keras, dengan banyak kegagalan dan jalan buntu, akhirnya berkat dedikasi tinggi, semangat yang pantang mundur dan pemikiran yang cemerlang, Pocari Sweat berhasil mendapatkan nama yang besar seperti sekarang ini.
Dan karena Image Pocari Sweat juga dibentuk dengan pembuktian, bukan hanya sekedar iklan-iklan kosong, maka saya dapat mengerti mengapa produk Pocari Sweat ini akan menjadi merk yang bertahan lama sebagai nomor satu di pasaran, sebagai merk yang paling banyak dicari konsumen.
Sebagai merk yang sangat dipercayai. Nama Pocari Sweat sendiri telah menciptakan image minuman kesehatan isotonik yang dapat dipercaya.
Inilah hasil kerja keras itu, yaitu kepercayaan dari masyarakat kepada Pocari Sweat sebagai produk yang mampu memberikan bukti nyata manfaatnya penggunaannya!
catatan:
*saya menganggap semua bagian dari video ini adalah inspirasi sesungguhnya dan bukan hanya bagian-bagian tertentu saja, sehingga hanya dengan menceritakannya kembali dari sudut pandang sendiri, saya bisa mengungkapkan nilai-nilai, edukasi dan inspirasi yang didapat dari tayangan video ini.
*beberapa tahun yang lalu, saya terkena penyakit demam berdarah, dan saat diopname di rumah sakit, nyaris semua pengunjung yang membesuk saya membawa sebotol Pocari Sweat untuk saya. Mereka mengatakan Pocari sweat sangat bagus untuk menambah ion tubuh yang terbuang. Saya beranggapan sama. Dan rasa Pocari Sweat yang tidak terlalu manis, justru membantu saya yang mengalami panas tinggi dan mual, untuk bisa minum Pocari Sweat tanpa merasa enek. Sekarang, setiap saya membesuk teman yang kebetulan sedang dirawat di rumah sakitpun, saya selalu membawa Pocari Sweat untuk mereka.
Selasa, 29 Maret 2011
TANTANGAN DARI TEKNOLOGI: MENCIPTAKAN BUMI YANG CERDAS DENGAN TEKNOLOGI CERDAS
Dunia kita berkembang semakin pesat. Bukan hanya dalam jumlah, tetapi juga dalam kualitas hidup. Gaya hidup manusia yang semakin bergantung kepada teknologi, telah membuat perubahan besar pada teknologi informatika, sebagai dasar sekaligus struktur paling penting dalam kemajuan teknologi kita sekarang ini.
Manusia dituntut agar semakin praktis dan kritis dalam menganalisa semua aspek kehidupan. Hal ini telah mendorong perubahan besar dalam cara berpikir kita. Dengan daya dukung alam yang semakin berkurang, bahkan beberapa ekologi telah berada pada titik kritis, telah memaksa kita berpikir lebih cerdas, dalam artian kita harus mulai bertindak semaksimal mungkin dalam memajukan daya dukung terhadap kehidupan kita, sekaligus juga semaksimal mungkin menyelamatkan bumi, agar tidak hancur tergilas kepentingan kita.
Teknologi informatika termasuk yang memperoleh tantangan terbesar dari bumi agar tumbuh semakin cerdas mengakomodasi perubahan ini.
Bagaimana kemudian teknologi ini kemudian diciptakan dan diterapkan dalam kehidupan agar dapat mendukung bumi kita inilah yang kemudian menjadi tolak ukur perubahan paling radikal dalam teknologi pada masa kini.
Setiap industri, setiap institusi bahkan setiap personal di bumi ini semakin tergantung pada teknologi informatika, dengan kata lain pada teknologi komputing yang harus semakin pintar beradaptasi. Dengan semakin cerdas teknologi komputing kita, maka semakin baik dan efisien pula teknologi keseluruhan kita, yang kemudian akan mendukung kehidupan kita, dengan tanpa merusak alam yang semakin berkurang daya dukungnya.
Sebagai individu, kita juga harus mulai berpikir cerdas, dengan mulai menerapkan teknologi informatika terbaik untuk sistem komputing kita. Hal ini akan membuat lingkungan kita juga bergerak lebih pintar. Dan semoga kita bisa menjadi bagian dari bumi kita yang mulai teredukasi, sehingga kita bisa mewariskan bumi yang pintar pada keturunan kita, dan bukannya bumi yang hancur oleh kebodohan kita dalam mengelolanya.
Smarter computing for smarter planet, adalah kunci jawaban untuk masa depan kita. Bumi kita akan menjadi hunian yang nyaman, efisien dan berkembang ke zona yang serasi dengan kehidupan manusia. Di masa depan, kita akan hidup berdampingan dengan alam, dan bukan hanya mengekploitasinya. Di masa depan, kita bergantung pada teknologi, agar mempertahankan hidup. Dimulai dari sekarang, kita harus mulai menerapkan teknologi cerdas. Demi masa depan kita.
Manusia dituntut agar semakin praktis dan kritis dalam menganalisa semua aspek kehidupan. Hal ini telah mendorong perubahan besar dalam cara berpikir kita. Dengan daya dukung alam yang semakin berkurang, bahkan beberapa ekologi telah berada pada titik kritis, telah memaksa kita berpikir lebih cerdas, dalam artian kita harus mulai bertindak semaksimal mungkin dalam memajukan daya dukung terhadap kehidupan kita, sekaligus juga semaksimal mungkin menyelamatkan bumi, agar tidak hancur tergilas kepentingan kita.
Teknologi informatika termasuk yang memperoleh tantangan terbesar dari bumi agar tumbuh semakin cerdas mengakomodasi perubahan ini.
Bagaimana kemudian teknologi ini kemudian diciptakan dan diterapkan dalam kehidupan agar dapat mendukung bumi kita inilah yang kemudian menjadi tolak ukur perubahan paling radikal dalam teknologi pada masa kini.Setiap industri, setiap institusi bahkan setiap personal di bumi ini semakin tergantung pada teknologi informatika, dengan kata lain pada teknologi komputing yang harus semakin pintar beradaptasi. Dengan semakin cerdas teknologi komputing kita, maka semakin baik dan efisien pula teknologi keseluruhan kita, yang kemudian akan mendukung kehidupan kita, dengan tanpa merusak alam yang semakin berkurang daya dukungnya.
Sebagai individu, kita juga harus mulai berpikir cerdas, dengan mulai menerapkan teknologi informatika terbaik untuk sistem komputing kita. Hal ini akan membuat lingkungan kita juga bergerak lebih pintar. Dan semoga kita bisa menjadi bagian dari bumi kita yang mulai teredukasi, sehingga kita bisa mewariskan bumi yang pintar pada keturunan kita, dan bukannya bumi yang hancur oleh kebodohan kita dalam mengelolanya.
Smarter computing for smarter planet, adalah kunci jawaban untuk masa depan kita. Bumi kita akan menjadi hunian yang nyaman, efisien dan berkembang ke zona yang serasi dengan kehidupan manusia. Di masa depan, kita akan hidup berdampingan dengan alam, dan bukan hanya mengekploitasinya. Di masa depan, kita bergantung pada teknologi, agar mempertahankan hidup. Dimulai dari sekarang, kita harus mulai menerapkan teknologi cerdas. Demi masa depan kita.
Langganan:
Postingan (Atom)











